Senin, 22 April 2019

PASSIVE VOICE


A.           Penjelasan Passive Voice
Passive voice merupakan struktur kalimat penulisan dalam bahasa Inggris yang mana subject (pelaku) dari kalimat tersebut dikenakan suatu pekerjaan/aksi. Tidak seperti active voice yang fokus terhadap pihak yang melakukan aksi (doer of action), bentuk ini lebih berfokus kepada pihak atau objek yang menerima hasil dari suatu aksi tersebut (receiver of action).
Passive voice tidak hanya ada dalam bahasa Inggris saja, dalam bahasa Indonesia kita mengenal Kalimat Pasif dengan perubahan yang sangat simple yaitu imbuhan di- / ter-. Misalkan Rini membaca sebuah novel (kalimat aktif) novel dibaca oleh Rini (kalimat pasif).
Contoh:
Active : My parents plant some flowers (Pelaku aksi)
Passive : Some flowers are planted by my parents (Penerima aksi)

Umumnya, kalimat aktif yang bisa ditransformasi menjadi kalimat pasif berbentuk kalimat aktif yang mengandung transitive verbs (kata kerja yang memerlukan objek langsung) seperti make, bring, buy, write dan sebagainya. Sebaliknya, kalimat pasif yang mengandung intransitive verbs (kata kerja yang tidak memerlukan objek langsung) seperti cry, swim, go, arrive, dan die tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif. Namun, apabila intransitive verbs tersebut diikuti oleh preposition, ada kemungkinan kalimat tersebut bisa diubah menjadi kalimat pasif tetapi kalimat pasif yang terbentuk akan sangat kaku.



B.           Pola Passive Voice
Perubahan active voice ke passive voice tidak semudah perubahan kalimat aktif ke dalam kalimat pasif dalam bahasa Indonesia.
Pola:
S + Be + Verb-3 + By Agent
Ket:
S: Subjek
Be: Tobe
Verb-3: Kata kerja bentuk ketiga
By Agent: Pelaku

Contoh:
Rini    reads    Novel. (Active Voice)
 [S]      [V1]    [Object]
Novel     is          read    by Rini. (Passive Voice)
  [S]    [to be]     [V3]    [by agent]
Dalam pembuatan kalimat passive voice, kita tidak akan lepas dengan yang namanya tenses.


C.           Fungsi Passive Voice

Kalimat pasif atau lebih sering kita dengar dengan passive voice digunakan untuk menunjukkan ketertarikan pada seseorang atau objek yang dikenai tindakan dan bukan seseorang atau objek yang melakukan tindakan. Dengan kata lain hal-hal atau orang yang terpenting akan menjadi subjek kalimat.

Contoh : “The museum was built in 1879.” Kalimat ini bermakna bahwa kita tertarik dengan museum nya, bukan siapa yang membangun museum tersebut.Sometime, kita juga membuat kalimat pasif atau passive voice karena kita tidak mengetahui atau tidak ingin menyatakan siapa yang melakukan tindakan.
Contoh nya sebagai berikut : “My cycle has been stolen”

Catatan penting dalam kalimat pasif atau passive voice yaitu kalimat ini sering digunakan dalam teks berbentuk formal.

Contoh kalimat nya yaitu :
Kalimat pasif : “Waste materials are disposed of in a variety of ways.”
Kalimat aktif : “The city disposes of waste materials in a variety of ways.

Tetapi, jika ingin menyatakan siapa atau apa yang melakukan tindakan dalam kalimat pasif (passive voice) kita menggunakan preposisi by. Dan ketika kita mengetahui siapa yang melakukan tindakan itu dan tertarik dengan subjeknya, lebih baik kita mengubahnya ke dalam bentuk kalimat aktif atau active voice.

Contoh kalimat sederhana seperti kalimat berikut : “The horror movie was directed by Jack Evelin”. Kalimat tersebut adalah contoh dalam kalimat pasif, sedangkan kalimat aktif atau active voice nya yaitu “Jack Evelin directed the horror movie”.

D.           Rumus Passive Voice

1.             Simple Present Tense
Aktif : S + Verb 1 + Object
Pasif : Subject + Am/Is/Are + Verb 3 + by + Object
Contoh Dalam Kalimat :
Aktif : She buys a new bike
Pasif : A new bike is bought by her

2.             Present Continuous
Aktif : S + to be (am, are, is) + Verb ing + O
Pasif : S + to be (am, are, is) + being + V3 + by + O
Contoh Dalam Kalimat :
Aktif : She is eating cake
Pasif : Cake is being eaten by her

3.             Present Perfect Tense
Aktif : S + have  + V3 + by + O
Pasif : S + have/has + been + V3 + by + O
Contoh dalam kalimat :
Aktif : She has eaten a cake
Pasif : A cake has been eaten by her

4.             Present Perfect  Continuous Tense
Aktif : S + have/has + been + V1-ing + O
Pasif : S + have/has + been + being + V3 + by + O
Contoh Dalam Kalimat :
Aktif : She has been eating a cake
Pasif : A cake has been being eaten by her

5.             Simple Past Tense
Aktif : S + V2 + O
Pasif : S + to be (was, were) + V3 + by + O
Contoh Dalam Kalimat :
Aktif :  She ate a cake
Pasif :  A cake was eaten by her

6.             Past Continuous Tense
Aktif : S + to be (was, were) + V1-ing + O
Pasif : S + to be (was, were) + being + V3 + by + O
Contoh Dalam Kalimat :
Aktif : She was eating a cake
Pasif : A cake was being eaten by her

7.             Past Perfect Tense
Aktif : S + had  + V3 + O
Pasif : S + had + been + V3 + by + O
Contoh Dalam Kalimat:
Aktif : She had eaten a cake
Pasif : A cake had been eaten by her

8.             Past Perfect  Continuous Tense
Aktif : S + had + been + V1-ing + O
Pasif : S + had + been + being + V3 + by + O
Contoh dalam kalimat  :
Aktif : She had been eaten a cake
Pasif : A cake had been being eaten by her

9.             Simple Future
Aktif : S + will not + V1 + O
Pasif : S + will be + V3 + by + O
Contoh dalam kalimat :
Aktif : She will eat a cake
Pasif : A cake will be eaten by her

10.         Future Continuous
Aktif : S + will + be + V1-ing + O
Pasif : S + will + be + being + V3 + by + O
Contoh Dalam Kalimat :
Aktif : She will be eating a cake
Pasif : A cake will be being eaten by her

11.         Future Perfect Tense
Aktif : S + will + have + V3 + O
Pasif : S + will + have + been + V3 + by + O
Contoh dalam kalimat :
Aktif : She will have eaten a cake
Pasif : A cake will have been eaten by her

12.         Future Perfect Continuous Tense
Aktif : S + will + have + been + V1-ing + O
Pasif : S + will + have + been + being + V3 + O
Contoh dalam kalimat :
Aktif : She will have been eating a cake
Pasif : A cake will have been being eaten by her

13.         Simple Past Future Tense
Aktif : S + would +  V1 + O
Pasif : S + would + be + V3 + by + O
Contoh dalam kalimat :
Aktif : She would eat a cake
Pasif : A cake would be eaten by her

14.         Past Future Continuous Tense
Aktif : S + would + be + V1-ing + O
Pasif : S + would + be + being + V3 + by + O
Contoh dalam kalimat :
Aktif : She would be eating a cake
Pasif : A cake would be being eaten by her

15.         Past Future Perfect Tense
Aktif : S + would + have + V3 + O
Pasif : S + would + have + been + V3 + by + O
Contoh dalam kalimat :
Aktif : She would have eaten a cake
Pasif : A cake would have been eaten by her

16.         Past Future Perfect Continuous
Aktif : S + would + have + been + V1-ing + O
Pasif : S + would + have + been +being + V3 + by + O
Contoh dalam kalimat :
Aktif : She would have been eating a cake
Pasif : A cake would have been being eaten by her


E.           Kalimat Yang Tidak Dapat Dipasifkan
Sebagaimana kita ketahui bawah hanya active voice (kalimat aktif) yang menggunakan verb (kata kerja) transitif (yang membutuhkan object) saja yang bisa dipasifkan. Misalkan:
He steals the television. (active voice)
the television is stolen by him. (passive voice)
Kalimat aktif di atas merupakan kalimat yang mengandung verb transtif yaitu 'steal' dan objek 'television'. Sebagaimana penjelasan di atas bahwa kalimat yang mengandung transtif verb itu lah yang bisa dipasifkan. Tapi tidak semua kalimat bahasa Inggris bisa dipasifkan. Berikut ini merupakan jenis-jenis kalimat tersebut.

1.             Kalimat Nominal
Kalimat Nominal adalah kalimat bahasa Inggris yang membutuhkan tobe (am, is, are, was, were) sebagai kata kerja utama. Contoh:
I am beautiful.
He is sad.
They were tired.
Jenis kalimat tersebut di atas tidak dapat dipasifkan.

2.             Kalimat Yang Menggunakan Intransitive Verb
Jenis kalimat yang ke dua yang tidak bisa dipasifkan adalah jenis kalimat yang mengandung verb (kata kerja) intransitif atau kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Contoh:
I sleep there.
He arraives at home.
She dies.
Verb (kata kerja) intransitive seperti 'sleep', 'arrive' dan 'die' yang tidak memiliki objek tidak bisa dipasifkan.

3.            Kalimat yang menggunakan Transitive Verb tertentu.
Saat kita ingin membuat kalimat pasif sarat utamanya adalah menggunakan Transitive Verb (kata kerja yang membutuhkan objek). Namun, ada pengecualian untuk Transitive Verb dibawah ini yang memang tidak bisa dipasifkan walaupun termasuk kedalam Transitive Verb. Transitif Verb di bawah ini termasuk ke dalam Stative Verbs, Seperti:
Lack (kurang) : Your mother lacks tact.
Fit (pas) : My shoes don't fit me.
Suit (Cocok) : This dress suits me well.
Have (memiliki) : They have a nice house.
Resemble (mirip) : Sylvia resembles a Greek goddness.
Jika sebuah kalimat aktif terdapat verb transitive seperti di atas (lack, fit, suit, have, dan resemble) termasuk kalimat aktif yang tidak dapat dipasifkan.

F.           Penggunaan & Contoh Passive Voice

Kalimat pasif umumnya digunakan dalam kondisi sebagai berikut:
Ketika pelaku aksi (doer of action) tidak diketahui
·      My money has been stolen.
Dalam contoh passive voice ini, pembicara tidak mengetahui siapa yang mencuri dompetnya.
Ketika pelaku aksi (doer of action) sudah jelas dan tidak perlu disebutkan

·      Wheat is grown in Karawang.
Dalam contoh ini, sudah sangat jelas bahwa petani adalah pelaku aksi atau orang yang menanam gandum.
Ketika tidak ingin memberitahukan siapa pelaku aksi (doer of action)
·      Mistakes were made.
Dalam contoh ini, pembicara tidak mau memberitahu siapa yang melakukan kesalahan.
Ketika pelaku aksi (doer of action) adalah semua orang (people in general)
·      Transjakarta is used as an alternative means of transportation to avoid traffic jam.
Dalam contoh ini, pelaku aksi adalah semua orang karena transjakarta dapat digunakan oleh masyarakat luas.
Ketika pelaku aksi telah disebutkan pada kalimat sebelumnya (apabila terdapat di suatu paragraf)
·      Mr. Han caught Ari cheating on the test. Ari was given punishment immediately.
Dalam contoh passive voice ini, Mr. Han sebagai pelaku aksi sudah disebutkan sebelumnya sehingga tidak perlu ditambahkan pada kalimat kedua.



G.           Pelaku Aksi dalam Passive Voice
Dalam beberapa kondisi penggunaan passive voice, by-phrase (frasa yang menyatakan pelaku aksi) tidak digunakan karena beberapa alasan sebagaimana tertulis di atas. Namun, sebenarnya kita dapat memasukkan pelaku aksi jika informasi tersebut sangat penting atau dalam kondisi sebagai berikut :
Ketika terdapat informasi baru (kalimat kedua).
·      Bottled water comes from mountain water. It is produced by water company.
Ketika mengetahui nama jelas pelaku aksi atau pelaku aksi adalah orang terkenal.
·      Siti Nurbaya was written by Marah Roesli.

Ketika identitas pelaku aksi sangat mengejutkan atau tidak dikira-kira.
·      It is hard to believe that this beautiful jazz melody was composed by an eight-year-old.


H.           Passive Voice dengan Get

Kata get dapat juga digunakan pada kalimat pasif untuk menggantikan to be (am/is/are). Biasanya kalimat pasif dengan kata get digunakan pada percakapan informal. Sama seperti ketika menggunakan to be (am/is/are), bentuk get yang digunakan juga harus disesuaikan dengan tense kalimat.
Subject + to be + past participle (pp)
Tense
Rumus Passive Voice
Contoh Passive Voice
Simple Present
get/gets + pp
get treated
Present Continuous
am/is/are getting + pp
is getting treated
Simple Past
got + pp
got treated
Past Continuous
was/were getting + pp
was getting treated
Present Perfect
has/have gotten + pp
has gotten treated
Past Perfect
had gotten + pp
had gotten treated
Simple Future
will get + pp
will get treated
Future Continuous
am/is/are going to get + pp
is going to get treated
Future Perfect
will have gotten + pp
will have gotten treated


I.           Penulisan By Agent
Dalam penulisan passive voice, kita biasanya menggunakan 'By' untuk menunjukan agent atau pelaku - orang atau benda yang melakukan pekerjaan atau yang menyebabkan sesuatu terjadi. Penulisan 'By Agent' pada kalimat passive voice ditujukan karena untuk menambah informasi dalam kalimat passive voice tersebut. Contoh:
This house was built by my grandfather.
This great novel was written by JJ. Tolkien
Tetapi tidak semua kalimat passive voice harus mencantumkan 'By Agent'. Kita boleh tidak menyertakan 'By Agent' dalam pembuatan passive voice jika orang atau benda yang melakukan pekerjaan tidak diketahui atau tidak penting. Contoh:
A lot of money was stolen in the robbery. (Tidak diketahui pelakunya)
The road is cleaned everyday. (Tidak terlalu penting pelakunya)



Referensi:

  • Azar, Betty Schrampfer. 2002.English Grammar : Third Edition. New York: Longman. 
  • Coghill, Jeffrey and Stacy Magendanz. 2003. English Grammar. New York: Wiley Publishing, Inc. 
  • Murphy, Raymond. 2003. English Grammar in Use. New York: Cambridge University Press. 
  • Swan, Michael. 2005. Practical English Usage. New York: Oxford.


Selasa, 02 April 2019

TENSES


Tenses adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan waktu (sekarang, masa depan, atau masa lalu) terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa.




Berdasarkan waktu, Tenses dibagi dalam 3 patikan utama, yaitu
  1.         Sekarang (Present)
  2.       Dulu (Past)
  3.       Akan datang (Future)

Dari masing-masing 3 waktu tersebut dikategorikan menjadi 3 bagian berdasarkan cara mengerjakannya yaitu:
  1.   Simple (sederhana).Yaitu tidak ingin menunjukan bahwa pekerjaannya tersebut sedang dilakukan, telah dilakukan atau masih berlangsung
  2.   Continuous (sedang dilakukan). Yaitu, ingin menunjukan bahwa pekerjaannya tersebut sedang dilakukan
  3.  Perfect (telah dilakukan). Yaitu, ingin menunjukan bahwa pekerjaannya telah selesai dilakukan



Macam-macam Tenses
             A.    Present Tense

1.    Simple present tense  
Untuk menyatakan fakta, kebiasaan, dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang ini.
Rumus ;
·      Subject ( I, You, We, They ) 
          ( + ) Subject + V-1
                      ( – ) Subject + Do Not + V-1
                      ( ? ) Do + Subject + V-1



·      Subject ( He, She, It ) 
         ( + ) Subject + V-1s/Es
                     ( – ) Subject + Does Not + V-1
                     ( ? ) Does + Subject + V-1

              Contoh Kalimat :
       
         ( + ) Dodi Reads A Book
         ( – ) I Don’t Read A Book
         ( ? )  Does He Read A Book?

2.    Present Continuous Tense      
Untuk membicarakan aksi yang sedang berlangsung sekarang atau saat pembicaraan berlangsung
Rumus:
( + ) S + Tobe (Am, Is Are) + Verb I-Ing
( – ) S + To Be Not + Verb I-Ing
( ? ) To Be + S + Verb I-Ing

Contoh Kalimat :

( + ) She Is Cooking
( – ) She Is Not Cooking
( ? ) Is She Cooking

           
3.    Present Perfect Tense
Untuk mengungkapkan suatu aktivitas atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu atau masih berlanjut sampai sekarang.
Rumus:
S + have (I, You, They, We) / has (She, He, It) + past participle (verb-3)

 Contoh kalimat:

-       I’ve read this book.
(Saya sudah membaca buku ini.)
-       I have lived in Cilegon for 3 months.
(Saya telah tinggal di Cilegon selama 3 bulan.)
-       They Have Walked To The Cinema.
(Mereka Telah Berjalan Ke Bioskop)
-       She Has Not (Hasn’t) Wanted Me Coming Here.
(Ia Perempuan Tidak Ingin Saya Dating Kesini)
-       The Students Have Studied Physic Well.
(Murid-Murid Itu Telah Belajar Pelajaran Fisika Dengan Sungguh-Sungguh)
-       The Teacher Has Not Come Yet.
(Guru Itu Belum Datang)
-       You Have Come To The School .
(Kamu Telah Datang Ke Sekolah)
-       Nobody Has Done Well.
(Tak Seorangpun Telah Melakukan Dengan Benar)


4.    Present Perfect Continuous Tense
Untuk mengungkapkan aksi yang telah selesai pada suatu titik dimasa lampau atau aksi telah dimulai di masa lalu dan terus berlanjut sampai sekarang. Biasanya aksi tersebut ada durasi waktu tertentu dan ada relevansinya dengan kondisi sekarang.
Rumus:
( + ) S + Has/Have + Been +  V1-Ing
( – ) S + Has/Have Not + Been + V1-Ing
( ? ) Has/Have + S + Been + V1-Ing

Contoh kalimat:

( + ) The toddlers have been playing a ball for an hour.
( - ) The toddlers have not been playing a ball for an hour.
( ? ) Have the toddlers been playing a ball for an hour?

( + ) She Has Been Eating
( – ) She Has Not Been Eating
( ? ) Has Shee Been Eating




                    B. Past Tense

1.    Simple Past Tense
Digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi di masa lampau.
Rumus:
( + ) S + verb-2/be (was/were)
( – ) S + Did Not + V-1
( ? ) Did + Subject + V-1

Contoh kalimat:

( + ) Dodi Went To Beach Yesterday.
( – ) Dodi Didn’t Read A Book
( ? ) Did He Read A Book?

2.    Past Continuous Tense
Digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu aksi sedang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau.
Rumus:
( + ) S + was/were + present participle (-ing)
( – ): S + Was/Were Not + Verb-Ing
( ? ): Was/Were + S + Verb-Ing

Contoh kalimat:

( + ) I Was Studying Last Nite
( – ) They Were Not Studying Last Nite
( ? ) Was She Studying  Last Nite





3.    Past Perfect Tense
Untuk menyatakan bahwa suatu aksi telah selesai pada suatu titik di masa lalu sebelum aksi lainnya terjadi.
Rumus:
( + ) S + Had + V-3
( – ) S + Had Not + V-3
( ? ) Had + S + V-3

Contoh Kalimat :

( + ) The Taxi Had Left
( – ) The Taxi Had Not Left
( ? ) Had The Taxi Left?


4.    Past Perfect Continuous Tense
Digunakan untuk mengungkapkan suatu aksi (dengan durasi waktu tertentu) telah selesai pada suatu titik waktu tertentu dimasa lalu.
Rumus:
( + ) S+ Had + Been +Verb-Ing
( – ) S + Had Not + Been + Verb-Ing
( ? ) Had + S + Been + Verb-Ing

Contoh kalimat:

( + ) They Had Been Studying
( – ) They Had Not Been Studying
( ? ) Had They Been Studying?


C.    Future Tense

1.    Simple Future Tense
untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana.
Rumus:
( + ) Subject +  Will + V-1
( – ) Subject + Will Not + V-1
( ? ) Will+ Subject + V-1

Menggunakan “Going To”:

( + ) S + Be (Am/Is/Are ) + Going To + V-1
( – ) S + Be (Am/Is/Are) Not  + Going To + V-1
( ? ) Be ( Am/Is/Are ) + S + Going To + V-1

Contoh kalimat:

( + ) Dodi Will Return The Book Tomorrow
( – ) I Will Not Buy A Book
( – ) Will You Buy A Book?

2.    Future Continuous Tense
Untuk mengungkapkan aksi yang akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa depan.
Rumus:
( + ) S + Will Be + Verb-Ing
( – ) S + Will Not Be + Verb-Ing
( ? ) Will + S + Be + Verb-Ing

Contoh kalimat:

( + ) She Will Be Studying
( – ) She Will Not Be Studying
( ? ) Will She Be Playing

3.    Future Perfect Tense
Untuk mengungkapkan bahwa suatu aktivitas akan sudah selesai pada suatu waktu pada masa mendatang.
Rumus:
( + ) S + Will + Have + V-3
( – ) S + Will Not + Have + V-3
( ? ) Will + S + Have + V-3

Contoh kalimat:

( + ) They Will Have Studied
( – ) They Will Not Have Studied
( ? ) Will They Be Studied?

4.    Future perfect continuous tense
Untuk mengungkapkan bahwa suatu aksi akan sudah berlangsung selama sekian lama pada titik waktu tertentu di masa depan.
Rumus:
( + ) S + Will + Have + Been + Verb-Ing
( – ) S + Will Not + Have + Been + Verb-Ing
( ? ) Will + S + Have + Been + Verb-Ing

Contoh kalimat:

( + ) Doni Will Have Been Eating
( – ) Doni Will Not Have Been Eating
( ? ) Will They Have Been Eating?



                         D.   Past Future Tense


1.        Simple Past Future Tense
Untuk menyatakan suatu aksi yang akan dilakukan, membuat prediksi, dan membuat janji di masa depan pada saat berada dimasa lalu.
Rumus:
Menggunakan Would:

( + ) S + Would + V-1
( – ) S + Would Not + V-1
( ? ) Would + S + V-1

Menggunakan Going:

( + ) S + Was/Were + Going To + V-1
( – ) S + Was/Were Not + Going To + V-1
( ? ) Was/Were + S + Going To + V-1

Contoh kalimat:

( + ) They Would Attend To This Seminar
( – ) They Were Not Going Attend To This Seminar
( ? ) Would They Attend

2.    Past Future Continuous Tense
Menyatakan Peristiwa Atau Yang Akan Sedang Dilakukan Atau Akan Sedang Terjadi Pada Masa Akan Datang Ketika Berada Di Masa Lalu.
Rumus:
( + ) S + Would/Should + Be + Verb-Ing
( – ) S + Would/Should Not + Be + Verb-Ing
( ? ) Would/Should + S + Be + Verb-Ing?

Contoh kalimat:

( + ) They Would Be Studying
( – ) They Would Not Be Studying
( ? ) Would He Be Studying?

3.    Past Future Perfect Tense
Untuk membicarakan suatu aksi yang tidak terjadi di masa lalu (conditional sentence type 3).
Rumus:
( + ) S + Would/Should + Have + V-3
( – ) S + Would/Should + Not + Have + V-3
( ? ) Would/Should + S + Have + V-3



Contoh kalimat:

( + ) This house would have been painted if all workers had came yesterday
( – ) It would not have been finished by the end of last month
( ? ) Would he have been delivered all my orders if i had paid my bill?

4.    Past future perfect continuous tense
Menyatakan Peristiwa Atau Tindakan Yang Akan Sudah Berlangsung Dalam Waktu Lama Pada Durasi Waktu Tertentu Di Masa Lalu.
Rumus:
( + ) S + Would/Should + Have + Been +  V-Ing
( – ) S + Would/Should + Not + Have + Been +  V-Ing
( ? ) Would/Should + S + Have +  Been + V-Ing

Contoh kalimat:

( + ) Dian Would Have Been Sleeping
( – ) Dian Would Not Have Been Sleeping
( ? ) Would She Have Been Sleeping?

Kasus Pelanggaran Perjanjian Kontrak PT Indoritel Makmur Internasional Tbk - PT IBU

Perjanjian Kontrak  Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain...