A.
Sejak SMA saya
sudah senang berjualan, saat itu yang
Saya jual adalah selalu makanan, mulai dari kelas 2 SMA sampai dengan 3 SMA
Saya menjajakan dagangan Saya di lingkungan SMA Saya. Dan saat Saya sudah
lulus, kebiasaan Saya yang berjualan makanan terhenti karna Saya harus melanjutkan
kuliah dan harus menyesuaian diri Saya di lingkungan baru. Saat ini Saya kuliah
di prodi bisnis dan kewirausahaan, hal tersebut justru menjadi pendorong diri Saya
untuk menjadi wirausahawan. Dan inilah pengalaman bisnis Saya setelah masuk
kuliah:
1.
Oriflame
Berikut pertanyaan – pertanyaan mengapa Saya mengambil keputusan bergabung
dengan oriflame?
a.
Kenapa Saya
bersedia berjualan oriflame?
Saya gabung dengan oriflame sudah sekitar 5 bulan, dari
bulan november awal di tahun 2017. Selain untuk menambah uang jajan Saya,
banyak keuntungan yang Saya dapatkan selama berjualan oriflame namun alasan utama Saya adalah di zaman saat ini
oriflame salah satu brand terkenal dengan produk yang dapat dipercaya dan
banyak diminati oleh kaum hawa, serta dengan berjualan oriflame dapat melatih jiwa usahawan Saya, kepercayaan diri
terhadap lakunya suatu barang. Masalah utama saya saat menjadi penjual makanan
selama kurang lebih 1 tahun di SMA Saya, adalah kepercayaan diri. Dan di oriflame
lah, kepercayaan diri Saya semakin di uji.
b.
Bagaimana proses
jual belinya?
Proses jual beli di oriflame sangatlah mudah bagi Saya.
Saya dapat menjual melalui online di media sosial, pembelian dapat dilakukan di
web oriflame. Selain melalui media sosial, saya dapat menawarkan kepada calon
konsumen dengan face to face atau menyebarkan katalog untuk orang yang ada di
sekitar Saya.
c.
Bagaimana
penghasilan / omset yang Saya terima selama berjualan oriflame?
Di
oriflame banyak keuntungan sebagai member. Banyak diskon dari berbagai kegiatan
yang berkaitan dengan oriflame. Yaitu sebagai berikut:
·
Jika member membeli
produk maka akan mendapatkan potongan harga 23% lebih murah dari harga katalog.
·
Jika kita berhasil menjual
produk oriflame, maka kita akan mendapatkan keuntungan 30% dari harga katalog.
·
Jika penjualan kita
mencapai 100 BP (hasil penjualan
mencapai 650 ribu) maka sebaagai penjual kita berhak mendapatkan bonus.
·
Jika kita merekrut
member baru tidak akan mendapatkan bonus tetapi jika member yang kita rekrut
tersebut mendapatkan orderan, maka kita yang telah merekrutnya akan mendapatkan
bonus rupiah juga. Oriflame akan membayarkan sejumlah uang yang disebut komisi
/ bonus sesuai dengan levelnya, level di oriflame yaitu terdairi dari level
konsultant, manager, director, dan seterusnya.
Bonus bisa berupa produk limited edition atau dalam
bentuk rupiah yang akan di transfer ke rekening. Dan 5 bulan Saya bergabung
dengan oriflame, selama Saya melakukan jual beli, alhamdulillah Saya sudah
mendapatkan keuntungan, dari hasil penjualan Saya sebesar Rp. 873.600, selain
mendapatkan 30% dari harga katalog, Saya juga mendapatkan bonus gratis parfume
Eclat yang seharga Rp. 599.000.
2.
Gunai Hijab
Selain menjual oriflame, Saya juga membuat usaha hijab instan yang Saya
jalankan bersama 3 orang teman kuliah Saya. Berikut pertanyaan – pertanyaan
mengapa Saya mengambil keputusan membuat usaha hijab.
a.
Kenapa Saya
bersedia membuat usaha hijab?
Bermula
dari program kuliah yang mengadakan dana bergulir khusus untuk mahasiswa D3, di
mana mahasiswa D3 harus membuat usaha jasa / barang yang akan di danaiin oleh
kampus untuk jangka waktu selama 6 bulan. Saya dengan 4 orang teman Saya
berencana membuat usaha hijab instant dan pada akhirnya kami membentuk Gunai
Hijab sebagai usaha di program dana bergulir.
Kenapa hijab? Karena member Gunai Hijab terdiri dari 4
wanita dan 1 cowo, dengan mayoritas member Gunai adalah wanita yang semuanya
berhijab, kita memutuskan untuk membuat usaha hijab instant. Selain faktor
tersebut, di zaman milenial seperti saat ini, hijab sedang trend di kalangan
kaum hawa.
Arti dari kata Gunai Hijab sendiri ialah “Yuu Gunaain
Hijab” sebagai wanita muslimah, wajibnya menggunakan hijab, memotifasi kami
untuk mengajak kaum hawa untuk berhijab dengan memproduksi hijab instant yang
praktis dan kekinian.
Namun, masalah terjadi di Gunai Hijab, dengan faktor yang
tidak kami ketahui dan kami tidak mengerti mengapa. Di saat sudah waktunya
kampus memberikan dana untuk mahasiswa D3 menjalankan dana bergulir, disaat
rencana produksi Gunai hijab sudah disusun secara matang, namun secara sepihak
anggota Gunai Hijab dipecah oleh pembibing dana bergulir alias usaha Gunai
Hijab tidak didukung oleh pihak kampus, dan saat itulah hilang harapan untuk
Gunai Hijab launching produksi.
Gunai Hijab tidak berjalan di program dana bergulir di
kampus, tetapi bukan berarti Gunai Hijab mati. Hanya kurang dari sebulan terhenti
membahas mengenai Gunai Hijab namun kekecewaan atas keputusan kampus tidak
membuat member Gunai Hijab menghilang di telan waktu, meskipun kecewa dan
sempat hilang harapan, namun semangat, mimpi dan ambisi untuk menjalankan Gunai
Hijab membuat Saya dengan teman-teman Saya merencanakan untuk menjalankan Gunai
Hijab berdiri sendiri tanpa bantuan kampus ataupun orang lain. Ya, dengan cara
itulah Gunai Hijab akan membuktikan bahwa keputusan kampus tidak mendukung
Gunai Hijab adalah salah.
b.
Bagaimana proses
jual belinya?
Proses jual beli pastinya dengan online melalui media
sosial instagram dan broadcast chat. Selain online pastinya dengan cara offline
yaitu menawarkan kepada teman atau orang terdekat produk Gunai Hijab secara face to face
c.
Bagaimana
penghasilan / omset di Gunai Hijab?
Saat Gunai Hijab berencana untuk tetap produksi, anggota Gunai
Hijab yang cowo, memutuskan untuk keluar. Sisalah 4 orang wanita yang akan
menjalankan usaha Gunai Hijab. Saya dengan 3 teman Saya patungan untuk modal
awal Gunai sebesar Rp. 200.000 ribu per individu. Terkumpulah Rp. 800.000 untuk
modal awal Gunai Hijab. Meskipun modal awal lebih minim dibandikan dana yang
diberikan kampus di dana bergulir, hal tersebut tidak mempengaruhi Gunai Hijab
untuk gagal produksi.
Di tengah kesibukan anggota Gunai Hijab dengan jadwal
kuliah yang semakin padat, namun Gunai Hijab tetap berjalan. Semenjak berdiri
sendiri di akhir bulan februari 2018, sampai saat ini di pertengahan bulan
maret, Gunai Hijab sudah mempersiapkan untuk memproduksi produk kedua.
Untuk permulaan produksi, member Gunai Hijab berkomitmen
untuk tidak mendapakan pembagian laba, jikapun ada laba di hasil penjualan
Gunai Hijab, laba tersebut akan dijadikan kas Gunai Hijab untuk menambah modal
produksi selanjutnya.
Launching produk pertama Gunai Hijab disambut baik oleh
konsumen karena produk pertama telah sold out seminggu sesudah launching. Penghasilan
produk pertama Gunai Hijab sebesar Rp. 765.000 dengan biaya keseluruhan produksi
sebesar Rp. 563.000.
Dan setelah launcing, Gunai Hijab mendapatkan banyak
pemesanan dari konsumen yang mengharuskan Gunai Hijab memproduksi produk lebih lebih
banyak lagi. Untuk produk kedua Gunai Hijab, dipastikan produksi akan terus
meningkat dengan laba yang juga akan menigkat.
B.
Bagaimana rencana
bisnis selanjutnya yang akan Anda jalankan?
Pertanyaan tersebut sudah Saya fikirkan sejak lama. Dari kedua bisnis yang
Saya jalankan tersebut, akan memberikan banyak pelajaran untuk diri Saya
pribadi. Rencana terdekat Saya untuk dunia bisnis yang saat ini Saya jalankan adalah
·
Menarik banyak
konsumen untuk menggunakan oriflame dan semakin banyak pula konsumen oriflame
yang akan order dengan Saya.
·
Mengembangkan usaha
Gunai Hijab agar semakin banyak orang yang mengenal dan memakai produk dari
Gunai Hijab.
Selain fokus dengan dua point tersebut, Saya pribadi
berencana untuk membuat usaha kerajinan di
mana Saya sendirilah yang akan menjalankan
usaha itu. Dan rencana tersebut akan segera terealisasikan setelah Saya lulus
kuliah D3.
"Fokus dan percaya diri kunci untuk mimpi Anda menjadi nyata"
-Ajeng Putri Meijanavia-






