Jumat, 23 Maret 2018

Pengalaman Bisnis Saat Menjadi Mahasiswa



A.      Sejak SMA saya sudah senang berjualan,  saat itu yang Saya jual adalah selalu makanan, mulai dari kelas 2 SMA sampai dengan 3 SMA Saya menjajakan dagangan Saya di lingkungan SMA Saya. Dan saat Saya sudah lulus, kebiasaan Saya yang berjualan makanan terhenti karna Saya harus melanjutkan kuliah dan harus menyesuaian diri Saya di lingkungan baru. Saat ini Saya kuliah di prodi bisnis dan kewirausahaan, hal tersebut justru menjadi pendorong diri Saya untuk menjadi wirausahawan. Dan inilah pengalaman bisnis Saya setelah masuk kuliah:

1.        Oriflame
Berikut pertanyaan – pertanyaan mengapa Saya mengambil keputusan bergabung dengan oriflame?
a.         Kenapa Saya bersedia berjualan oriflame?
Saya gabung dengan oriflame sudah sekitar 5 bulan, dari bulan november awal di tahun 2017. Selain untuk menambah uang jajan Saya, banyak keuntungan yang Saya dapatkan selama berjualan oriflame namun  alasan utama Saya adalah di zaman saat ini oriflame salah satu brand terkenal dengan produk yang dapat dipercaya dan banyak diminati oleh kaum hawa, serta dengan berjualan oriflame dapat  melatih jiwa usahawan Saya, kepercayaan diri terhadap lakunya suatu barang. Masalah utama saya saat menjadi penjual makanan selama kurang lebih 1 tahun di SMA Saya, adalah kepercayaan diri. Dan di oriflame lah, kepercayaan diri Saya semakin di uji.

b.        Bagaimana proses jual belinya?
Proses jual beli di oriflame sangatlah mudah bagi Saya. Saya dapat menjual melalui online di media sosial, pembelian dapat dilakukan di web oriflame. Selain melalui media sosial, saya dapat menawarkan kepada calon konsumen dengan  face to face atau menyebarkan katalog untuk orang yang ada di sekitar Saya.

c.         Bagaimana penghasilan / omset yang Saya terima selama berjualan oriflame?
Di oriflame banyak keuntungan sebagai member. Banyak diskon dari berbagai kegiatan yang berkaitan dengan oriflame. Yaitu sebagai berikut:
·       Jika member membeli produk maka akan mendapatkan potongan harga 23% lebih murah dari harga katalog.
·       Jika kita berhasil menjual produk oriflame, maka kita akan mendapatkan keuntungan 30% dari harga katalog.
·       Jika penjualan kita mencapai 100 BP  (hasil penjualan mencapai 650 ribu) maka sebaagai penjual kita berhak mendapatkan bonus.
·       Jika kita merekrut member baru tidak akan mendapatkan bonus tetapi jika member yang kita rekrut tersebut mendapatkan orderan, maka kita yang telah merekrutnya akan mendapatkan bonus rupiah juga. Oriflame akan membayarkan sejumlah uang yang disebut komisi / bonus sesuai dengan levelnya, level di oriflame yaitu terdairi dari level konsultant, manager, director, dan seterusnya.
Bonus bisa berupa produk limited edition atau dalam bentuk rupiah yang akan di transfer ke rekening. Dan 5 bulan Saya bergabung dengan oriflame, selama Saya melakukan jual beli, alhamdulillah Saya sudah mendapatkan keuntungan, dari hasil penjualan Saya sebesar Rp. 873.600, selain mendapatkan 30% dari harga katalog, Saya juga mendapatkan bonus gratis parfume Eclat yang seharga Rp. 599.000.








2.        Gunai Hijab
Selain menjual oriflame, Saya juga membuat usaha hijab instan yang Saya jalankan bersama 3 orang teman kuliah Saya. Berikut pertanyaan – pertanyaan mengapa Saya mengambil keputusan membuat usaha hijab.
a.         Kenapa Saya bersedia membuat usaha hijab?
Bermula dari program kuliah yang mengadakan dana bergulir khusus untuk mahasiswa D3, di mana mahasiswa D3 harus membuat usaha jasa / barang yang akan di danaiin oleh kampus untuk jangka waktu selama 6 bulan. Saya dengan 4 orang teman Saya berencana membuat usaha hijab instant dan pada akhirnya kami membentuk Gunai Hijab sebagai usaha di program dana bergulir.
Kenapa hijab? Karena member Gunai Hijab terdiri dari 4 wanita dan 1 cowo, dengan mayoritas member Gunai adalah wanita yang semuanya berhijab, kita memutuskan untuk membuat usaha hijab instant. Selain faktor tersebut, di zaman milenial seperti saat ini, hijab sedang trend di kalangan kaum hawa.
Arti dari kata Gunai Hijab sendiri ialah “Yuu Gunaain Hijab” sebagai wanita muslimah, wajibnya menggunakan hijab, memotifasi kami untuk mengajak kaum hawa untuk berhijab dengan memproduksi hijab instant yang praktis dan kekinian.
Namun, masalah terjadi di Gunai Hijab, dengan faktor yang tidak kami ketahui dan kami tidak mengerti mengapa. Di saat sudah waktunya kampus memberikan dana untuk mahasiswa D3 menjalankan dana bergulir, disaat rencana produksi Gunai hijab sudah disusun secara matang, namun secara sepihak anggota Gunai Hijab dipecah oleh pembibing dana bergulir alias usaha Gunai Hijab tidak didukung oleh pihak kampus, dan saat itulah hilang harapan untuk Gunai Hijab launching produksi.
Gunai Hijab tidak berjalan di program dana bergulir di kampus, tetapi bukan berarti Gunai Hijab mati. Hanya kurang dari sebulan terhenti membahas mengenai Gunai Hijab namun kekecewaan atas keputusan kampus tidak membuat member Gunai Hijab menghilang di telan waktu, meskipun kecewa dan sempat hilang harapan, namun semangat, mimpi dan ambisi untuk menjalankan Gunai Hijab membuat Saya dengan teman-teman Saya merencanakan untuk menjalankan Gunai Hijab berdiri sendiri tanpa bantuan kampus ataupun orang lain. Ya, dengan cara itulah Gunai Hijab akan membuktikan bahwa keputusan kampus tidak mendukung Gunai Hijab adalah salah.

b.        Bagaimana proses jual belinya?
Proses jual beli pastinya dengan online melalui media sosial instagram dan broadcast chat. Selain online pastinya dengan cara offline yaitu menawarkan kepada teman atau orang terdekat produk Gunai Hijab secara face to face

c.         Bagaimana penghasilan / omset di Gunai Hijab?
Saat Gunai Hijab berencana untuk tetap produksi, anggota Gunai Hijab yang cowo, memutuskan untuk keluar. Sisalah 4 orang wanita yang akan menjalankan usaha Gunai Hijab. Saya dengan 3 teman Saya patungan untuk modal awal Gunai sebesar Rp. 200.000 ribu per individu. Terkumpulah Rp. 800.000 untuk modal awal Gunai Hijab. Meskipun modal awal lebih minim dibandikan dana yang diberikan kampus di dana bergulir, hal tersebut tidak mempengaruhi Gunai Hijab untuk gagal produksi.
Di tengah kesibukan anggota Gunai Hijab dengan jadwal kuliah yang semakin padat, namun Gunai Hijab tetap berjalan. Semenjak berdiri sendiri di akhir bulan februari 2018, sampai saat ini di pertengahan bulan maret, Gunai Hijab sudah mempersiapkan untuk memproduksi produk kedua.
Untuk permulaan produksi, member Gunai Hijab berkomitmen untuk tidak mendapakan pembagian laba, jikapun ada laba di hasil penjualan Gunai Hijab, laba tersebut akan dijadikan kas Gunai Hijab untuk menambah modal produksi selanjutnya.
Launching produk pertama Gunai Hijab disambut baik oleh konsumen karena produk pertama telah sold out seminggu sesudah launching. Penghasilan produk pertama Gunai Hijab sebesar Rp. 765.000 dengan biaya keseluruhan produksi sebesar Rp. 563.000.
Dan setelah launcing, Gunai Hijab mendapatkan banyak pemesanan dari konsumen yang mengharuskan Gunai Hijab memproduksi produk lebih lebih banyak lagi. Untuk produk kedua Gunai Hijab, dipastikan produksi akan terus meningkat dengan laba yang juga akan menigkat.




B.      Bagaimana rencana bisnis selanjutnya yang akan Anda jalankan?
Pertanyaan tersebut sudah Saya fikirkan sejak lama. Dari kedua bisnis yang Saya jalankan tersebut, akan memberikan banyak pelajaran untuk diri Saya pribadi. Rencana terdekat Saya untuk dunia bisnis yang saat ini Saya jalankan adalah
·           Menarik banyak konsumen untuk menggunakan oriflame dan semakin banyak pula konsumen oriflame yang akan order dengan Saya.
·           Mengembangkan usaha Gunai Hijab agar semakin banyak orang yang mengenal dan memakai produk dari Gunai Hijab.
Selain fokus dengan dua point tersebut, Saya pribadi berencana untuk membuat usaha  kerajinan di mana Saya sendirilah yang akan  menjalankan usaha itu. Dan rencana tersebut akan segera terealisasikan setelah Saya lulus kuliah D3.

"Fokus dan percaya diri kunci untuk mimpi Anda menjadi nyata"
-Ajeng Putri Meijanavia-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kasus Pelanggaran Perjanjian Kontrak PT Indoritel Makmur Internasional Tbk - PT IBU

Perjanjian Kontrak  Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain...