Berbicara
mengenai belanja online. Sekaranglah zamannya. Media sosial merupakan media
yang tepat dan praktis untuk berbisnis saat ini. Dari penjualan makanan, barang
perobotan rumah tangga, tiket konser, pakaian, hijab, celana, sepatu, kosmetik,
dan sebagainya, kini masyarakat menyerbu media sosial sebagai wadahnya untuk
berbisnis dan juga konsumenpun semakin dimanjakan dengan belanja online yang
semakin banyak dan menggiurkan karna waktu yang efesien, praktis dan dapat dijangkau
dari manapun kita berada, tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga muter-muter
mencari kebutuhan dan keingininan di pusat perbelanjaan. Namun, belanja online ada
plus dan ada juga minusnya. Jadi, diperlukan ketelitian dan kehati-hatian kita sebagai
konsumen saat ingin memutuskan untuk berbelanja online. Berbelanjalah di situs
yang sudah terpercaya dan meyakinkan. Berikut sharing pengalaman belanja online
Saya selama ini.
A.
Pengalaman memuaskan
Saya berbelanja Online
Saya
sangat senang dengan fasilitas belanja online. Terutama Saya merasa sangat
diuntungkan dalam hal layanan makanan online. Saya sangat sering memesan
makanan melalui go food atau layanan delivery. Saya adalah orang yang selalu
menetap di rumah saat saya sedang libur. Tidak akan keluar jika bukan untuk
kuliah, mengajar, ataupun hal yang mendesak. Saat Saya menginginkan junk food Saya lebih memilih untuk
delivery atau meggunakan aplikasi go food
karna saya cuman hanya menunggu di dalam rumah. Setelah pesanan sampai di rumah
Saya, Saya sangat puas karna pengiriman makanan tidak terlalu lama, terjamin
makanannya, dan meskipun biaya lebih mahal, namun akan setara jika Saya
membelinya sendiri. Tidak pernah sekalipun Saya kecewa menggunakan jasa
tersebut.
B.
Pengalaman buruk
Saya berbelanja Online
Namun,
beda halnya jika membeli produk online. Saya termasuk orang yang tidak percaya
dengan produk yang dijual secara online. Saya bukanlah termasuk orang yang
update belanja dengan Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Online shop lainnya.
Kecuali jika yang menjual adalah orang yang saya kenal, Saya mencoba untuk
berani membeli.
Selama
ini untuk online shop, Saya hanya berpengalaman membeli jaket dan kerudung yang
dijual oleh saudara Saya di luar kota secara online. Itupun hanya sekali dan
tidak lagi berkelanjutan.
Why?
Ya,
pastinya saat kita mencoba sesuatu yang masih awam bagi kita, kemudian setelah
kita merasakan hasilnya, maka hasilnya tersebut akan menentukan kita akan berbelanja
lagi atau tidak. Itulah yang menjadi awal penilaian Saya jika berbelanja online.
Saya puas atau tidak?
Jadi, pengalaman pertama Saya membeli barang
online yaitu sekitar tahun 2015. Saya membeli jaket ala korea di oline shop
sepupu terdekat Saya yang bertempat tinggal di luar kota, yaitu Solo, Jawa
Tengah. Yang menjadi tolak ukur Saya untuk membeli barang tersebut karna yang
menjual orang terdekat Saya, banyak yang membeli, model dan warna yang Saya
suka, bahan yang terlihat tebal di gambar, dan harga yang menurutku sangat
murah dibanding harga di mall, yaitu Rp 95.000 (belum termasuk biaya ongkir).
Contoh gambarnya sebagai berikut
Saya memilih warna cream. Pengiriman melalui JNE, dengan
batas sampai sekitar 5 hari saat itu. Tidak ada rasa keraguan dan kekhawatiran
Saya terhadap kualitas barang, karna Saya percaya dengan saudara Saya. 5 hari
berlalu, barangpun sampai di tempat tujuan. Untuk pertama kalinya saat itu Saya
membeli produk online, dan disaat Saya membukanya, barang tidak sesuai yang
Saya harapkan, barang tersebut beda dengan gambar.
Bahan jaket tersebut berbeda. Tidak tebal seperti yang
terlihat dicontohnya. Hanya bentuk kantong, namun tangan tidak dapat dimasukin.
Motif pun ada yang berbeda dari yang digambarkan. Namun, karna perbedaan tidak
fatal, saya tidak meminta untuk menukar barang tersebut. Tetapi, kejadian
tersebut membuat Saya kecewa dan enggan untuk membeli produk online lagi.
Selama 2 tahun Saya gapernah berbelanja produk online,
namun pada tahun 2017 akhir, saudara Saya lainnya yang bertempat tinggal di
luar kota, berjualan hijab online, karena motifnya, membuat Saya tertarik untuk
membelinya. Dan saya fikirpun, Saya dapat mempercayakan pembelian Saya padanya.
Contoh gambar produk yang Saya pesan saat itu sebagai berikut
Harga kerudung tersebut Rp 75.000 (belum termasuk biaya
ongkir), karna menurut saya motif lukis, jadi harga tersebut tidak masalah
untuk Saya. Pengiriman juga melalui JNE dan sampai 5 hari. Setelah barang
sampai ke lokasi tujuan, Saya kaget, karna barang yang dikirim berbeda jauh
dari yang Saya pesan. Hijab yang dikirim kepada Saya, gambarnya sebagai berikut
Kerudung yang Saya pesan adalah hijab berbentuk segi
empat. Namun yang dikirim adalah hijab bebebentuk pashmina. Warna yang saya
pesan adalah warna biru dongker namun yang dikirim tidak sesuai yang Saya
pesan. Motif kerudungnya pun sangat berbeda jauh dari yang Saya pesan, padahal
Saya membeli karna motifnya. Berikut chat Saya mengenai barang yang tidak
sesuai pesanan Saya
Kesalahan fatal
tersebut membuat Saya gabisa menerima barang yang sudah sampai di tangan Saya,
Saya meminta untuk di tukar seperti contohnya persis atau barang balik dan
uangpun juga balik. Saudara Saya menyetujui permintaan Saya tersebut. Dan Saya
memilih untuk uangnya balik.
Hasil
dari dua pengalaman Saya berbelanja produk secara online membuat Saya sangat
trauma. Sampai saat ini Saya belum pernah lagi berbelanja produk online. “Orang
yang Saya kenal dapat dipercaya, justru hasilnya membuat Saya kecewa, apalagi
orang yang tidak Saya kenal?” Itu mindset Saya jika menginginkan berbelanja
online dengan orang yang tidak Saya kenal.
Dan
kini, Saya sendiri membuat online shop untuk bisnis hijab dan oriflame. Dari
pengalaman Saya tersebut menjadi pembelajaran untuk Saya memulai bisnis online.
Catatan penting yang perlu diperhatikan saat berbisnis online untuk
meningkatkan kepercayaan konsumen manapun adalah
1. No Hoax! Keaslian
gambar sangat penting untuk produk online. Karna jika barang berbeda dengan
gambarnya, maka pemasaran melalui “mulut ke mulut” akan gagal.
2.
Harga disesuaikan
dengan kualitas produk. Jangan sampai pelanggan kecewa dengan harga yang mahal
namun kualitas barang tidak sesuai dengan harganya.
3.
Pengiriman barang
tepat waktu, sesuai dengan yang dijanjikan.
4. Produk yang dijual
selalu up to date. Tidak ketinggalan zaman, Menarik, dan gencar melakukan
pemasaran di media sosial tempat produk di pasarkan. Sehingga banyak pengguna
media sosial mengenal usaha Anda, dan kepo dengan produk Anda.
5.
Berikan hasil
testimoni dari pelanggan yang sudah membeli dan menggunakan produk Anda pada
laman media pemasaran Anda, untuk menambah kepercayaan dan keyakinan pelanggan
lainnya untuk berbelanja produk kita.
"Jika
Anda konsumen, pilih situs terpercaya untuk berbelanja. Bagi kamu reseller atau
wirausahawan, buatlah nama produkmu diketahui banyak orang karna kualitas yang
baik sehingga calon pelangganmu mempercayai dan setia padamu."
Salam
-Ajeng
Putri Meijanavia-





Tidak ada komentar:
Posting Komentar