Rabu, 14 Maret 2018

Pengalaman Berbelanja Online



Berbicara mengenai belanja online. Sekaranglah zamannya. Media sosial merupakan media yang tepat dan praktis untuk berbisnis saat ini. Dari penjualan makanan, barang perobotan rumah tangga, tiket konser, pakaian, hijab, celana, sepatu, kosmetik, dan sebagainya, kini masyarakat menyerbu media sosial sebagai wadahnya untuk berbisnis dan juga konsumenpun semakin dimanjakan dengan belanja online yang semakin banyak dan menggiurkan karna waktu yang efesien, praktis dan dapat dijangkau dari manapun kita berada, tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga muter-muter mencari kebutuhan dan keingininan di pusat perbelanjaan. Namun, belanja online ada plus dan ada juga minusnya. Jadi, diperlukan ketelitian dan kehati-hatian kita sebagai konsumen saat ingin memutuskan untuk berbelanja online. Berbelanjalah di situs yang sudah terpercaya dan meyakinkan. Berikut sharing pengalaman belanja online Saya selama ini.

A.      Pengalaman memuaskan Saya berbelanja Online

Saya sangat senang dengan fasilitas belanja online. Terutama Saya merasa sangat diuntungkan dalam hal layanan makanan online. Saya sangat sering memesan makanan melalui go food atau layanan delivery. Saya adalah orang yang selalu menetap di rumah saat saya sedang libur. Tidak akan keluar jika bukan untuk kuliah, mengajar, ataupun hal yang mendesak. Saat Saya menginginkan junk food Saya lebih memilih untuk delivery atau meggunakan aplikasi go food karna saya cuman hanya menunggu di dalam rumah. Setelah pesanan sampai di rumah Saya, Saya sangat puas karna pengiriman makanan tidak terlalu lama, terjamin makanannya, dan meskipun biaya lebih mahal, namun akan setara jika Saya membelinya sendiri. Tidak pernah sekalipun Saya kecewa menggunakan jasa tersebut.

B.       Pengalaman buruk Saya berbelanja Online 

Namun, beda halnya jika membeli produk online. Saya termasuk orang yang tidak percaya dengan produk yang dijual secara online. Saya bukanlah termasuk orang yang update belanja dengan Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Online shop lainnya. Kecuali jika yang menjual adalah orang yang saya kenal, Saya mencoba untuk berani membeli.
Selama ini untuk online shop, Saya hanya berpengalaman membeli jaket dan kerudung yang dijual oleh saudara Saya di luar kota secara online. Itupun hanya sekali dan tidak lagi berkelanjutan.
Why?
Ya, pastinya saat kita mencoba sesuatu yang masih awam bagi kita, kemudian setelah kita merasakan hasilnya, maka hasilnya tersebut akan menentukan kita akan berbelanja lagi atau tidak. Itulah yang menjadi awal penilaian Saya jika berbelanja online. Saya puas atau tidak?
 Jadi, pengalaman pertama Saya membeli barang online yaitu sekitar tahun 2015. Saya membeli jaket ala korea di oline shop sepupu terdekat Saya yang bertempat tinggal di luar kota, yaitu Solo, Jawa Tengah. Yang menjadi tolak ukur Saya untuk membeli barang tersebut karna yang menjual orang terdekat Saya, banyak yang membeli, model dan warna yang Saya suka, bahan yang terlihat tebal di gambar, dan harga yang menurutku sangat murah dibanding harga di mall, yaitu Rp 95.000 (belum termasuk biaya ongkir). Contoh gambarnya sebagai berikut







Saya memilih warna cream. Pengiriman melalui JNE, dengan batas sampai sekitar 5 hari saat itu. Tidak ada rasa keraguan dan kekhawatiran Saya terhadap kualitas barang, karna Saya percaya dengan saudara Saya. 5 hari berlalu, barangpun sampai di tempat tujuan. Untuk pertama kalinya saat itu Saya membeli produk online, dan disaat Saya membukanya, barang tidak sesuai yang Saya harapkan, barang tersebut beda dengan gambar.




Bahan jaket tersebut berbeda. Tidak tebal seperti yang terlihat dicontohnya. Hanya bentuk kantong, namun tangan tidak dapat dimasukin. Motif pun ada yang berbeda dari yang digambarkan. Namun, karna perbedaan tidak fatal, saya tidak meminta untuk menukar barang tersebut. Tetapi, kejadian tersebut membuat Saya kecewa dan enggan untuk membeli produk online lagi.
Selama 2 tahun Saya gapernah berbelanja produk online, namun pada tahun 2017 akhir, saudara Saya lainnya yang bertempat tinggal di luar kota, berjualan hijab online, karena motifnya, membuat Saya tertarik untuk membelinya. Dan saya fikirpun, Saya dapat mempercayakan pembelian Saya padanya. Contoh gambar produk yang Saya pesan saat itu sebagai berikut



       Harga kerudung tersebut Rp 75.000 (belum termasuk biaya ongkir), karna menurut saya motif lukis, jadi harga tersebut tidak masalah untuk Saya. Pengiriman juga melalui JNE dan sampai 5 hari. Setelah barang sampai ke lokasi tujuan, Saya kaget, karna barang yang dikirim berbeda jauh dari yang Saya pesan. Hijab yang dikirim kepada Saya, gambarnya sebagai berikut

 



Kerudung yang Saya pesan adalah hijab berbentuk segi empat. Namun yang dikirim adalah hijab bebebentuk pashmina. Warna yang saya pesan adalah warna biru dongker namun yang dikirim tidak sesuai yang Saya pesan. Motif kerudungnya pun sangat berbeda jauh dari yang Saya pesan, padahal Saya membeli karna motifnya. Berikut chat Saya mengenai barang yang tidak sesuai pesanan Saya






       Kesalahan fatal tersebut membuat Saya gabisa menerima barang yang sudah sampai di tangan Saya, Saya meminta untuk di tukar seperti contohnya persis atau barang balik dan uangpun juga balik. Saudara Saya menyetujui permintaan Saya tersebut. Dan Saya memilih untuk uangnya balik. 
Hasil dari dua pengalaman Saya berbelanja produk secara online membuat Saya sangat trauma. Sampai saat ini Saya belum pernah lagi berbelanja produk online. “Orang yang Saya kenal dapat dipercaya, justru hasilnya membuat Saya kecewa, apalagi orang yang tidak Saya kenal?” Itu mindset Saya jika menginginkan berbelanja online dengan orang yang tidak Saya kenal.
Dan kini, Saya sendiri membuat online shop untuk bisnis hijab dan oriflame. Dari pengalaman Saya tersebut menjadi pembelajaran untuk Saya memulai bisnis online. Catatan penting yang perlu diperhatikan saat berbisnis online untuk meningkatkan kepercayaan konsumen manapun adalah
1.      No Hoax! Keaslian gambar sangat penting untuk produk online. Karna jika barang berbeda dengan gambarnya, maka pemasaran melalui “mulut ke mulut” akan gagal.
2.        Harga disesuaikan dengan kualitas produk. Jangan sampai pelanggan kecewa dengan harga yang mahal namun kualitas barang tidak sesuai dengan harganya.
3.        Pengiriman barang tepat waktu, sesuai dengan yang dijanjikan.
4.    Produk yang dijual selalu up to date. Tidak ketinggalan zaman, Menarik, dan gencar melakukan pemasaran di media sosial tempat produk di pasarkan. Sehingga banyak pengguna media sosial mengenal usaha Anda, dan kepo dengan produk Anda.
5.        Berikan hasil testimoni dari pelanggan yang sudah membeli dan menggunakan produk Anda pada laman media pemasaran Anda, untuk menambah kepercayaan dan keyakinan pelanggan lainnya untuk berbelanja produk kita.


   

     "Jika Anda konsumen, pilih situs terpercaya untuk berbelanja. Bagi kamu reseller atau wirausahawan, buatlah nama produkmu diketahui banyak orang karna kualitas yang baik sehingga calon pelangganmu mempercayai dan setia padamu."

         Salam  
-Ajeng Putri Meijanavia- 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kasus Pelanggaran Perjanjian Kontrak PT Indoritel Makmur Internasional Tbk - PT IBU

Perjanjian Kontrak  Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain...