ANALISIS KINERJA KEUANGAN
(STUDI KASUS KOPERASI SIMPAN
PINJAM “RIAS” P1
MARDIHARJO)
KABUPATEN MUSI RAWAS
Oleh:
Herman
Paleni
Dosen Program Management
Studies School of Economics Musi Rawas
e-mail:
ermanygy@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini untuk mengetahui kesehatan keuangan koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas. Tipe penelitian yang dilakukan dengan Deskriptif kuantitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode time series yang berasal dari laporan keuangan berupa neraca dan laba rugi antara tahun 2010 sampai 2014. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yaitu menganalisis laporan keuangan dengan pendekatan rasio keuangan berupa likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas, kemudian disesuaikan dengan kriteria penilaian kesehatan keuangan koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award, untuk kesehatan keuangan koperasi menggunakan rasio likuiditas dilihat dari current ratio termasuk kategori sehat. Secara likuiditas termasuk kategori koperasi berprestasi. Sedangkan berdasarkan rasio solvabilitas dilihat dari debt to total asset ratio termasuk kategori tidak sehat. Sedangkan dilihat dari debt to equity ratio termasuk kategori sangat tidak sehat. Secara solvabilitas termasuk kategori koperasi tidak berprestasi. Sedangkan berdasarkan rasio aktivitas menggunakan receivable turn over termasuk kategori sehat, sehingga kesehatan keuangan secara aktivitas termasuk kategori koperasi berprestasi. Untuk rasio profitabilitas dengan return on investment dan return on equity termasuk kategori kurang sehat, namun demikian untuk net profit margin termasuk kategori sehat. Dengan demikian kesehatan keuangan secara profitabilitas tidak berprestas
PENDAHULUAN
. Untuk menilai kinerja
perusahaan dari aspek finansiil dapat dilakukan melalui analisis terhadap
laporan keuangan perusahaan untuk memperoleh informasi mengenai apakah suatu
perusahaan mempunyai tingkat kinerja atau tingkat kesehatan perusahaan yang
baik, yaitu menjanjikan dan dapat mempertahankan kelangsungan usahanya (Aprilia
dan Amanah, 2014:2).
Koperasi memiliki peran sebagai alat
perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat, sebagai alat
pendemokrasian ekonomi Nasional, sebagai salah satu urat nadi perekonomian
bangsa Indonesia, sebagai alat Pembina insan masyarakat untuk memperoleh
kedudukan ekonomi Indonesia serta bersatu dalam mengatur tatalaksana perekonomian
rakyat.
Laporan Keuangan sendiri terdiri
dari neraca dan laporan perhitungan hasil usaha, melalui laporan tersebut dapat
dilihat berbagai kondisi keuangan yang ada pada koperasi tersebut
(Hardiningsih, dkk, 2013:2). Eksistensi Koperasi dalam meningkatkan
kesejahteraan anggotanya sangat mendukung perekonomian nasional maupun global. Survival Koperasi dalam kenyataannya
harus didukung pula oleh sistem pengelolaan dengan manajemen yang handal,
rasional efektif dan efisien sehingga kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya
oleh masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Penilaian kesehatan koperasi
digunakan untuk mengetahui seberapa sehat koperasi dalam melaksanakan usahanya.
Untuk mengetahui keberhasilan koperasi dapat dilihat dari kinerja keuangan yang
diperoleh yaitu melalui laporan keuangan. laporan yang dianalisis peneliti
adalah laporan keuangan tahun 2010 sampai 2014 berupa Neraca dan Laporan Laba
Rugi.
Dari neraca yang diperoleh
terlihat adanya kenaikan hutang lancar pada tahun 2010 sampai 2014 serta hutang
jangka panjang dari tahun 2010 sampai 2013. Penelitian mengacu Peraturan
Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor: 06/Per/M.UKM/V/2006
tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/ koperasi award.
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kesehatan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor: 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award ditinjau dari likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas?
LANDASAN TEORI
Laporan keuangan merupakan hasil
proses akuntansi, tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi
kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut
angka-angka dalam satuan moneter.
. Ada tiga macam laporan
keuangan pokok yang dihasilkan neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Aliran Kas,
laporan pendukung seperti laporan laba yang ditahan, perubahan modal sendiri,
dan diskusi-diskusi oleh pihak manajemen.
Kondisi keuangan yang dimaksud
adalah diketahuinya berapa jumlah harta (kekayaan), kewajiban (utang) serta
modal (ekuitas) dalam neraca yang dimiliki. Kemudian juga akan diketahui jumlah
pendapatan yang diterima dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama periode
tertentu. Dengan demikian, dapat diketahui bagaimana hasil usaha (laba atau
rugi) yang diperoleh selama periode tertentu dari laporan laba rugi yang
disajikan.
Pengukuran kinerja keuangan
dapat dilakukan menggunakan rasio keuangan, diantaranya rasio likuiditas, rasio
salvabilitas, rasio aktivitas dan profitabilitas/rentabilitas. Dalam penelitian
ini, berkaitan dengan data yang diperoleh untuk rasio aktivitas selama periode
pengamatan tidak memenuhi.
1. Rasio likuiditas
Rasio likuiditas mengukur
kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar
perusahan relative terhadap utang lancarnya (utang dalam hal ini merupakan
kewajiban perusahaan). Adapun rasio likuiditas adalah menggunakan current ratio (rasio lancar).
·
Current Ratio atau rasio lancar
Rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh
tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.
Current
Ratio = Aktiva Lancar (Current Asset)
Hutang Lancar (Current Liabilities)
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya
Untuk mengevaluasi kinerja keuangan yang berpedoman pada Peraturan Menteri dan UKM NO.06/PER/M.KUKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award. Adapun rasio solvabilitas yang digunakan adalah:
·
Debt to Asset Ratio (Debt Ratio)
Debt ratio
Merupakan rasio utang yang
digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva.
Dengan kata lain, seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap
pengelolaan aktiva. Rumus untuk mencari debt ratio dapat digunakan (Kasmir,
2012:156):
Debt to asset ratio = Total Debt
Total Asset
·
Debt to Equity Ratio Debt to equity ratio
Merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas.
Debt to Equity Ratio = Earning After Interest and
Tax
Equity
3.
Rasio Aktivitas,
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio aktivitas menggambarkan sejauh mana perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimilikinya guna menunjang aktivitas perusahaan, dimana penggunaan aktivitas ini dilakukan secara sangat maksimal dengan maksud memperoleh hasil yang maksimal. Rasio aktivitas yang digunakan adalah Rasio Perputaran Piutang (Receivable Turn Over).
Receivable Turn Over = Penjualan Kredit
Piutang
4. Rasio
Profitabilitas,
Merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Adapun rasio profitabilitas yang digunakan adalah:
·
Return on Investment/Return on Asset ,
Pengembalian
investasi atau lebih dikenal dengan nama Return
on Investment (ROI) atau return on
assets merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan.
Return on Investment = Earning After Interest and Tax
Total Assets
·
Return on Equity
Hasil pengembalian ekuitas atau return
on equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur
laba bersih sesudah pajak dengan modal
sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin
tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat,
demikian pula sebaliknya.
Return on Equity = Earning After Interest and Tax
Equity
·
Net Profit Margin,
Margin laba bersih merupakan ukuran keuntungan dengan
membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan
penjualan. Rasio ini menunjukkan pedapatan bersih perusahaan atas penjualan.
Net Profit Margin = Earning After Interest and
Tax
Sales
METODOLOGI PENELITIAN
laporan keuangan yang berupa Neraca dan Laba Rugi
Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas dengan sampel
penelitian Neraca dan Laba Rugi sebanyak lima tahun dari tahun 2010 sampai
2014.
Teknik Pengumpulan Data
Metode dokumentasi berupa kumpulan data laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laba rugi dari tahun 2010-2014
Teknik Analisis Data
Peneliti menggunakan analisis kuantitatif, yaitu menganalisis data keuangan time series yang sudah ada dengan perhitungan rasio keuangan berupa rasio likuiditas menggunakan current ratio, rasio solvabilitas menggunakan debt to asset ratio dan debt to equity ratio, rasio aktivitas menggunakan receivable turn over serta rasio profitabilitas menggunakan return on investment, return on equity dan net profit margin
|
RASIO KEUANGAN |
NILAI |
KATEGORI |
|
Rasio Likuiditas |
|
|
|
|
200% s/d250% |
Sehat |
|
|
175% s/d < 200% |
Cukup Sehat |
|
Current Ratio |
150% s/d < 175% |
Kurang Sehat |
|
|
125% s/d < 150% |
Tidak Sehat |
|
|
< 125% |
Sangat Tidak Sehat |
|
Rasio Solvabilitas |
|
|
|
|
≤ 40% |
Sehat |
|
|
> 40 % s/d 50 % |
Cukup Sehat |
|
Debt to Asset Ratio |
> 50% s/d 60 % |
Kurang Sehat |
|
|
> 60 % s/d 80 % |
Tidak Sehat |
|
|
> 80 % |
Sangat Tidak Sehat |
|
|
≤ 70 % |
Sehat |
|
|
> 70% - 100% |
Cukup Sehat |
|
Debt to Equity Ratio |
> 100% s/d 150% |
Kurang Sehat |
|
|
> 150% s/d 200 % |
Tidak Sehat |
|
|
> 200 % |
Sangat Tidak Sehat |
|
Rasio Aktivitas |
|
|
Tabel Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi/Koperasi Award
|
|
|
RASIO KEUANGAN |
NILAI |
KATEGORI |
|
Receivable Turn Over |
≤ 12 kali |
Sehat |
|
|
10 s/d < 12 kali |
Cukup Sehat |
|
|
8 s/d < 10 kali |
Kurang Sehat |
|
|
6 s/d < 8 kali |
Tidak Sehat |
|
|
< 6 kali |
Sangat Tidak Sehat |
|
Rasio
Profitabilitas |
|
|
|
|
≤ 10% |
Sehat |
|
|
7% s/d 10% |
Cukup Sehat |
|
Return on Investment |
3% s/d < 7% |
Kurang Sehat |
|
|
1% s/d 3% |
Tidak Sehat |
|
|
<1% |
Sangat Tidak Sehat |
|
|
≤21% |
Sehat |
|
|
15% s/d < 21% |
Cukup Sehat |
|
Return on Equity |
9% s/d <15% |
Kurang Sehat |
|
|
3% s/d < 9% |
Tidak Sehat |
|
|
<3% |
Sangat Tidak Sehat |
|
|
≤ 15% |
Sehat |
|
|
10 % s/d < 15% |
Cukup Sehat |
|
Net Profit Margin |
5% s/d < 10% |
Kurang Sehat |
|
|
1 % s/d <5% |
Tidak Sehat |
|
|
<1% |
Sangat Tidak Sehat |
HASIL PENELITIAN
Hasil Perhitungan Rasio Likuiditas Menggunakan Current Ratio
Tabel Rekapitulasi Perhitungan Current Ratio Koperasi Simpan Pinjam
“RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2014
|
Uraian |
2010 (Rp) |
2011 (Rp) |
2012 (Rp) |
2013 (Rp) |
2014 (Rp) |
|
Aset Lancar |
8.720.000.000 |
8.835.000.000 |
9.185.000.000 |
9.260.500.000 |
9.390.000.000 |
|
Hutang Lancar |
652.300.000 |
655.300.000 |
686.000.000 |
785.500.000 |
894.000.000 |
|
Current Ratio |
1337 % |
1348 % |
1339 % |
1179 % |
1050 % |
Sumber : Data diolah, 2016
Hasil Perhitungan Rasio Solvabilitas
Tabel Rekapitulasi Perhitungan Rasio Solvabilitas
Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun
2010-2014
|
Uraian |
2010 (Rp) |
2011 (Rp) |
2012 (Rp) |
2013 (Rp) |
2014 (Rp) |
|
Penjualan
Piutang Receivable Turn Over |
1.812.315.000 8.270.000.000 22x |
1.844.695.000 6.500.000.000 28x |
1.876.445.000 7.900.000.000 24x |
1.929.725.000 8.600.000.000 22x |
1.932.055.000 9.005.000.000 21x |
Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas
Tabel Rekapitulasi Perhitungan Rasio Profitabilitas
Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun
2010-2014
|
Uraian |
2010 (Rp) |
2011 (Rp) |
2012 (Rp) |
2013 (Rp) |
2014 (Rp) |
|
Sisa Hasil Usaha |
347.000.000 |
367.200.000 |
372.000.000 |
380.000.000 |
396.000.000 |
|
Total Aset |
9.515.500.000 |
9.648.500.000 |
10.070.000.000 |
10.157.500.000 |
10.287.000.000 |
|
Total Modal |
2.451.200.000 |
2.511.200.000 |
2.532.000.000 |
2.750.000.000 |
2.863.000.000 |
|
Penjualan |
1.812.315.000 |
1.844.695.000 |
1.876.445.000 |
1.929.725.000 |
1.932.055.000 |
|
Return on |
4 % |
4 % |
4 % |
4 % |
4 % |
|
Investment |
|
|
|
|
|
|
Return on Equity |
14 % |
15 % |
15 % |
14 % |
14 % |
|
Net Profit |
19 % |
20 % |
20 % |
20 % |
20 % |
|
Margin |
|
|
|
|
|
Sumber : Data diolah, 2016
PEMBAHASAN
Analisis Kinerja Keuangan
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) “RIAS” P1
Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Menggunakan Rasio Likuiditas
Terlihat
bahwa tahun 2010-2014 current ratio yang
dicapai pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas
melebihi 250% yang artinya berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan
UKM Republik Indonesia tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi
award termasuk kategori sehat. Dengan demikian koperasi mampu membayar
kewajiban jangka pendeknya dengan setiap tahun.
Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
“RIAS” P1
Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Menggunakan Rasio Solvabilitas
Debt to Total Asset Ratio Dari perhitungan tabel.3, terlihat bahwa pada tahun 2010 sampai 2014 debt to asset ratio pada Koperasi Simpan
Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas berada diantara > 60% - 80%
yang artinya termasuk kategori tidak sehat.
Debt to Equity Ratio Dari perhitungan tabel.3, terlihat bahwa dari
tahun 2010 sampa 2014 tingkat debt to
equity ratio melebihi 200%, sehingga
termasuk kategori sangat tidak sehat, yang artinya perusahaan tersebut dibiayai
oleh hutang terhadap modal sendiri yang dimilikinya melebihi dua kalinya atau
200%. Menunjukkan telah berusaha sebaik mungkin mengembalikan pinjaman hutang
atas pengelolaan modal yang dimilikinya, terbukti kondisi keuangan ditinjau
dari solvabilitasnya termasuk kategori sangat tidak sehat. Sehingga dengan
demikian secara solvabilitas tidak termasuk kategori koperasi berprestasi.
Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
“RIAS” P1
Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Menggunakan Rasio Aktivitas
Dari perhitungan tabel.4, terlihat bahwa tahun 2010-2014 receivable turn over yang dicapai melebihi 12 kali yang artinya berdasarkan Peraturan Menteri Negara dan UKM Republik Indonesia tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award termasuk kategori sehat. Dengan demikian koperasi mampu melakukan penagiahan-penagihan piutang dengan cepat sehingga dengan demikian secara aktivitas termasuk kategori koperasi berprestasi.
Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam
“RIAS” P1 Mardiharjo
Kabupaten Musi Rawas Menggunakan Rasio Profitabilitas
Retun on investment /Return on Asset, berada
diantara 3% - <7%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tingkat return on investment termasuk kategori
kurang sehat. Hal ini menggambarkan bahwa keseluruhan dana yang diinvestasikan
ke dalam aktiva untuk memaksimalkan laba kurang berjalan maksimal.
Rentabilitas Modal Sendiri/Return on equity, Dari perhitungan tabel. 5, pada tahun 2010 sampai 2014
return on equity berada diantara 9% -
<15% yang artinya termasuk kategori kurang sehat. Hal ini menggambarkan
bahwa modal koperasi setiap tahunnya tidak efisien untuk menghasilkan
keuntungan atau sisa hasil usaha.
Net Profit Margin, Dari
perhitungan tabel. 5, terlihat pada tahun 2010 sampai 2014, mencapai nilai
diatas 15%. Dengan demikian tingkat profitabilitas termasuk kategori sehat. Hal
ini menggambarkan bahwa dari setiap penjualan yang dilakukan dalam menghasilkan
pendapatan bersih/sisa hasil usaha sudah efektif.
Berdasarkan hasil perhitungan
rasio profitabilitas, Rawas termasuk kategori koperasi tidak berprestasi. Hal
ini terbukti dari rasio profitabilitas Retun
on investment /Return on Asset dan Rentabilitas
Modal Sendiri/Return on equity termasuk kategori kurang sehat.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil perhitungan
dan pembahasan, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM
Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi
berprestasi/koperasi award dapat disimpulkan sebagai berikut:
· Tingkat likuiditas pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo
Kabupaten Musi Rawas selama lima tahun dari tahun 2010-2014 dilihat dari current ratio termasuk kategori sehat.
Dengan demikian berdasarkan pengukuran kesehatan kuangan secara likuiditas Koperasi
Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas termasuk koperasi berprestasi.
· Tingkat solvabilitas pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo
Kabupaten Musi Rawas selama lima tahun dari tahun 2010-2014, dilihat dari debt to asset ratio termasuk kategori
kurang sehat dan debt to equity ratio termasuk
kategori sangat tidak sehat. Dengan demikian berdasarkan pengukuran kesehatan
kuangan secara solvabilitas Koperasi Simpan Pinjam
“RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas
tidak termasuk kategori koperasi berprestasi.
· Tingkat aktivitas pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo
Kabupaten Musi Rawas selama lima tahun dari tahun 2010-2014 dilihat dari receivable turn over termasuk kategori
sehat. Dengan demikian berdasarkan pengukuran kesehatan keuangan secara
aktivitas Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas
termasuk koperasi berprestasi.
· Tingkat profitabilitas pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas selama lima tahun dari tahun 2010-2014 menggunakan return on investment dan return on equity termasuk kategori kurang sehat, dan untuk net profit margin dari tahun 2010-2014 termasuk kategori sehat. Dengan demikian berdasarkan pengukuran kesehatan kuangan secara profitabilitas Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas termasuk kategori koperasi tidak berprestasi.
|
Total Aset |
9.515.500.000 |
9.648.500.000 |
10.070.000.000 |
10.157.500.000 |
10.287.000.000 |
|
Total Hutang |
7.064.300.000 |
7.137.300.000 |
7.538.000.000 |
7.407.500.000 |
6.530.000.000 |
|
Total Modal |
2.451.200.000 |
2.511.200.000 |
2.532.000.000 |
2.750.000.000 |
2.863.000.000 |
|
Debt to Asset |
74 % |
74 % |
75 % |
73 % |
63 % |
|
Ratio |
|
|
|
|
|
|
Debt to Equity |
288
% |
284
% |
298
% |
269
% |
228
% |
|
Ratio |
|
|
|
|
|
Sumber : Data
diolah, 2016
Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas Menggunakan Receivable Turn Over
Tabel Rekapitulasi Perhitungan Receivable Turn Over Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo
Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2014
|
Uraian |
2010 (Rp) |
2011 (Rp) |
2012 (Rp) |
2013 (Rp) |
2014 (Rp) |
|
Penjualan
Piutang Receivable Turn Over |
1.812.315.000 8.270.000.000 22x |
1.844.695.000 6.500.000.000 28x |
1.876.445.000 7.900.000.000 24x |
1.929.725.000 8.600.000.000 22x |
1.932.055.000 9.005.000.000 21x |
Sumber : Data diolah, 2016
Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas
Tabel Rekapitulasi Perhitungan Rasio Profitabilitas
Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun
2010-2014
|
Uraian |
2010 (Rp) |
2011 (Rp) |
2012 (Rp) |
2013 (Rp) |
2014 (Rp) |
|
Sisa Hasil Usaha |
347.000.000 |
367.200.000 |
372.000.000 |
380.000.000 |
396.000.000 |
|
Total Aset |
9.515.500.000 |
9.648.500.000 |
10.070.000.000 |
10.157.500.000 |
10.287.000.000 |
|
Total Modal |
2.451.200.000 |
2.511.200.000 |
2.532.000.000 |
2.750.000.000 |
2.863.000.000 |
|
Penjualan |
1.812.315.000 |
1.844.695.000 |
1.876.445.000 |
1.929.725.000 |
1.932.055.000 |
|
Return on |
4 % |
4 % |
4 % |
4 % |
4 % |
|
Investment |
|
|
|
|
|
|
Return on Equity |
14 % |
15 % |
15 % |
14 % |
14 % |
|
Net Profit |
19 % |
20 % |
20 % |
20 % |
20 % |
|
Margin |
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Data diolah, 2016