Kamis, 29 Oktober 2020

Review Jurnal - Analisis Kinerja Keuangan (Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam "RIAS" P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas)

ANALISIS KINERJA KEUANGAN

(STUDI KASUS KOPERASI SIMPAN PINJAM “RIAS” P1

MARDIHARJO) KABUPATEN MUSI RAWAS

 

Oleh:

Herman Paleni

Dosen Program Management Studies School of Economics Musi Rawas

e-mail: ermanygy@gmail.com


 

ABSTRAK 

Penelitian ini untuk mengetahui kesehatan keuangan koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas. Tipe penelitian yang dilakukan dengan Deskriptif kuantitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode time series yang berasal dari laporan keuangan berupa neraca dan laba rugi antara tahun 2010 sampai 2014. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yaitu menganalisis laporan keuangan dengan pendekatan rasio keuangan berupa likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas, kemudian disesuaikan dengan kriteria penilaian kesehatan keuangan koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award, untuk kesehatan keuangan koperasi menggunakan rasio likuiditas dilihat dari current ratio termasuk kategori sehat. Secara likuiditas termasuk kategori koperasi berprestasi. Sedangkan berdasarkan rasio solvabilitas dilihat dari debt to total asset ratio termasuk kategori tidak sehat. Sedangkan dilihat dari debt to equity ratio termasuk kategori sangat tidak sehat. Secara solvabilitas termasuk kategori koperasi tidak berprestasi. Sedangkan berdasarkan rasio aktivitas menggunakan receivable turn over termasuk kategori sehat, sehingga kesehatan keuangan secara aktivitas termasuk kategori koperasi berprestasi. Untuk rasio profitabilitas dengan return on investment dan return on equity termasuk kategori kurang sehat, namun demikian untuk net profit margin termasuk kategori sehat. Dengan demikian kesehatan keuangan secara profitabilitas tidak berprestas

 

PENDAHULUAN

 

. Untuk menilai kinerja perusahaan dari aspek finansiil dapat dilakukan melalui analisis terhadap laporan keuangan perusahaan untuk memperoleh informasi mengenai apakah suatu perusahaan mempunyai tingkat kinerja atau tingkat kesehatan perusahaan yang baik, yaitu menjanjikan dan dapat mempertahankan kelangsungan usahanya (Aprilia dan Amanah, 2014:2).

Koperasi memiliki peran sebagai alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat, sebagai alat pendemokrasian ekonomi Nasional, sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa Indonesia, sebagai alat Pembina insan masyarakat untuk memperoleh kedudukan ekonomi Indonesia serta bersatu dalam mengatur tatalaksana perekonomian rakyat.

Laporan Keuangan sendiri terdiri dari neraca dan laporan perhitungan hasil usaha, melalui laporan tersebut dapat dilihat berbagai kondisi keuangan yang ada pada koperasi tersebut (Hardiningsih, dkk, 2013:2). Eksistensi Koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya sangat mendukung perekonomian nasional maupun global. Survival Koperasi dalam kenyataannya harus didukung pula oleh sistem pengelolaan dengan manajemen yang handal, rasional efektif dan efisien sehingga kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Penilaian kesehatan koperasi digunakan untuk mengetahui seberapa sehat koperasi dalam melaksanakan usahanya. Untuk mengetahui keberhasilan koperasi dapat dilihat dari kinerja keuangan yang diperoleh yaitu melalui laporan keuangan. laporan yang dianalisis peneliti adalah laporan keuangan tahun 2010 sampai 2014 berupa Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Dari neraca yang diperoleh terlihat adanya kenaikan hutang lancar pada tahun 2010 sampai 2014 serta hutang jangka panjang dari tahun 2010 sampai 2013. Penelitian mengacu Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor: 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/ koperasi award.

 

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kesehatan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor: 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award ditinjau dari likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas?

LANDASAN TEORI 

Laporan keuangan merupakan hasil proses akuntansi, tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut angka-angka dalam satuan moneter.

. Ada tiga macam laporan keuangan pokok yang dihasilkan neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Aliran Kas, laporan pendukung seperti laporan laba yang ditahan, perubahan modal sendiri, dan diskusi-diskusi oleh pihak manajemen.

Kondisi keuangan yang dimaksud adalah diketahuinya berapa jumlah harta (kekayaan), kewajiban (utang) serta modal (ekuitas) dalam neraca yang dimiliki. Kemudian juga akan diketahui jumlah pendapatan yang diterima dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Dengan demikian, dapat diketahui bagaimana hasil usaha (laba atau rugi) yang diperoleh selama periode tertentu dari laporan laba rugi yang disajikan.

Pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan menggunakan rasio keuangan, diantaranya rasio likuiditas, rasio salvabilitas, rasio aktivitas dan profitabilitas/rentabilitas. Dalam penelitian ini, berkaitan dengan data yang diperoleh untuk rasio aktivitas selama periode pengamatan tidak memenuhi.

 

1.      Rasio likuiditas

 

Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahan relative terhadap utang lancarnya (utang dalam hal ini merupakan kewajiban perusahaan). Adapun rasio likuiditas adalah menggunakan current ratio (rasio lancar).

 

·         Current Ratio atau rasio lancar

 

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Current Ratio = Aktiva Lancar (Current Asset)

Hutang Lancar (Current Liabilities)

2.      Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya

Untuk mengevaluasi kinerja keuangan yang berpedoman pada Peraturan Menteri dan UKM NO.06/PER/M.KUKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award. Adapun rasio solvabilitas yang digunakan adalah:


·         Debt to Asset Ratio (Debt Ratio) Debt ratio

Merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rumus untuk mencari debt ratio dapat digunakan (Kasmir, 2012:156): 

Debt to asset ratio = Total Debt

Total Asset

·         Debt to Equity Ratio Debt to equity ratio    

Merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas.

Debt to Equity Ratio = Earning After Interest and Tax

Equity

3.    Rasio Aktivitas,

     Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio aktivitas menggambarkan sejauh mana perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimilikinya guna menunjang aktivitas perusahaan, dimana penggunaan aktivitas ini dilakukan secara sangat maksimal dengan maksud memperoleh hasil yang maksimal. Rasio aktivitas yang digunakan adalah Rasio Perputaran Piutang (Receivable Turn Over).

Receivable Turn Over = Penjualan Kredit

Piutang


4.    Rasio Profitabilitas,

  Merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Adapun rasio profitabilitas yang digunakan adalah:

·      Return on Investment/Return on Asset ,

Pengembalian investasi atau lebih dikenal dengan nama Return on Investment (ROI) atau return on assets merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan.

Return on Investment = Earning After Interest and Tax

Total Assets

·      Return on Equity

Hasil pengembalian ekuitas atau return on equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih  sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya.

Return on Equity = Earning After Interest and Tax

Equity

 

·      Net Profit Margin,

Margin laba bersih merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan pedapatan bersih perusahaan atas penjualan.

Net Profit Margin = Earning After Interest and Tax

Sales


METODOLOGI PENELITIAN

laporan keuangan yang berupa Neraca dan Laba Rugi Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas dengan sampel penelitian Neraca dan Laba Rugi sebanyak lima tahun dari tahun 2010 sampai 2014.

 

Teknik Pengumpulan Data 

Metode dokumentasi berupa kumpulan data laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laba rugi dari tahun 2010-2014 

            Teknik Analisis Data

Peneliti menggunakan analisis kuantitatif, yaitu menganalisis data keuangan time series yang sudah ada dengan perhitungan rasio keuangan berupa rasio likuiditas menggunakan current ratio, rasio solvabilitas menggunakan debt to asset ratio dan debt to equity ratio, rasio aktivitas menggunakan receivable turn over serta rasio profitabilitas menggunakan return on investment, return on equity dan net profit margin


RASIO KEUANGAN

NILAI

KATEGORI

Rasio Likuiditas

 

 

 

200% s/d250%

Sehat

 

175% s/d < 200%

Cukup Sehat

Current Ratio

150% s/d < 175%

Kurang Sehat

 

125% s/d < 150%

Tidak Sehat

 

< 125%

Sangat Tidak Sehat

Rasio Solvabilitas

 

 

 

≤ 40%

Sehat

 

> 40 % s/d 50 %

Cukup Sehat

Debt to Asset Ratio

> 50% s/d 60 %

Kurang Sehat

 

> 60 % s/d 80 %

Tidak Sehat

 

> 80 %

Sangat Tidak Sehat

 

≤ 70 %

Sehat

 

> 70% - 100%

Cukup Sehat

Debt to Equity Ratio

> 100% s/d 150%

Kurang Sehat

 

> 150% s/d 200 %

Tidak Sehat

 

> 200 %

Sangat Tidak Sehat

Rasio Aktivitas

 

 

Tabel Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi/Koperasi Award

 

 

RASIO KEUANGAN

NILAI

KATEGORI

Receivable Turn Over

≤ 12 kali

Sehat

 

10 s/d < 12 kali

Cukup Sehat

 

8 s/d < 10 kali

Kurang Sehat

 

6 s/d < 8 kali

Tidak Sehat

 

< 6 kali

Sangat Tidak Sehat

Rasio Profitabilitas

 

 

 

≤ 10%

Sehat

 

7% s/d 10%

Cukup Sehat

Return on Investment

3% s/d < 7%

Kurang Sehat

 

1% s/d 3%

Tidak Sehat

 

<1%

Sangat Tidak Sehat

 

≤21%

Sehat

 

15% s/d < 21%

Cukup Sehat

Return on Equity

9% s/d <15%

Kurang Sehat

 

3% s/d < 9%

Tidak Sehat

 

<3%

Sangat Tidak Sehat

 

≤ 15%

Sehat

 

10 % s/d < 15%

Cukup Sehat

Net Profit Margin

5% s/d < 10%

Kurang Sehat

 

1 % s/d <5%

Tidak Sehat

 

<1%

Sangat Tidak Sehat


 

HASIL PENELITIAN

Hasil Perhitungan Rasio Likuiditas Menggunakan Current Ratio

 

Tabel Rekapitulasi Perhitungan Current Ratio Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2014

Uraian

2010 (Rp)

2011 (Rp)

2012 (Rp)

2013 (Rp)

2014 (Rp)

Aset Lancar

8.720.000.000

8.835.000.000

9.185.000.000

9.260.500.000

9.390.000.000

Hutang Lancar

652.300.000

655.300.000

686.000.000

785.500.000

894.000.000

Current Ratio

1337 %

1348 %

1339 %

1179 %

1050 %

Sumber : Data diolah, 2016

 

Hasil Perhitungan Rasio Solvabilitas


Tabel Rekapitulasi Perhitungan Rasio Solvabilitas Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2014

 

Uraian

2010 (Rp)

2011 (Rp)

2012 (Rp)

2013 (Rp)

2014 (Rp)

Penjualan Piutang

Receivable Turn Over

1.812.315.000

8.270.000.000

 

22x

1.844.695.000

6.500.000.000

 

28x

1.876.445.000

7.900.000.000

 

24x

1.929.725.000

8.600.000.000

 

22x

1.932.055.000

9.005.000.000

 

21x

 

 

 

Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas

 

Tabel Rekapitulasi Perhitungan Rasio Profitabilitas Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2014

Uraian

2010 (Rp)

2011 (Rp)

2012 (Rp)

2013 (Rp)

2014 (Rp)

Sisa Hasil Usaha

347.000.000

367.200.000

372.000.000

380.000.000

396.000.000

Total Aset

9.515.500.000

9.648.500.000

10.070.000.000

10.157.500.000

10.287.000.000

Total Modal

2.451.200.000

2.511.200.000

2.532.000.000

2.750.000.000

2.863.000.000

Penjualan

1.812.315.000

1.844.695.000

1.876.445.000

1.929.725.000

1.932.055.000

Return on

4 %

4 %

4 %

4 %

4 %

Investment

 

 

 

 

 

Return on Equity

14 %

15 %

15 %

14 %

14 %

Net Profit

19 %

20 %

20 %

20 %

20 %

Margin

 

 

 

 

 

Sumber : Data diolah, 2016

 


PEMBAHASAN

Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) “RIAS” P1

Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Menggunakan Rasio Likuiditas

Terlihat bahwa tahun 2010-2014 current ratio yang dicapai pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas melebihi 250% yang artinya berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award termasuk kategori sehat. Dengan demikian koperasi mampu membayar kewajiban jangka pendeknya dengan setiap tahun.

 

 

Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) “RIAS” P1

Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Menggunakan Rasio Solvabilitas

 

Debt to Total Asset Ratio Dari perhitungan tabel.3, terlihat bahwa pada tahun 2010 sampai 2014 debt to asset ratio pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas berada diantara > 60% - 80% yang artinya termasuk kategori tidak sehat.


Debt to Equity Ratio Dari perhitungan tabel.3, terlihat bahwa dari tahun 2010 sampa 2014 tingkat debt to equity ratio  melebihi 200%, sehingga termasuk kategori sangat tidak sehat, yang artinya perusahaan tersebut dibiayai oleh hutang terhadap modal sendiri yang dimilikinya melebihi dua kalinya atau 200%. Menunjukkan telah berusaha sebaik mungkin mengembalikan pinjaman hutang atas pengelolaan modal yang dimilikinya, terbukti kondisi keuangan ditinjau dari solvabilitasnya termasuk kategori sangat tidak sehat. Sehingga dengan demikian secara solvabilitas tidak termasuk kategori koperasi berprestasi.


Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) “RIAS” P1

Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Menggunakan Rasio Aktivitas 

Dari perhitungan tabel.4, terlihat bahwa tahun 2010-2014 receivable turn over yang dicapai melebihi 12 kali yang artinya berdasarkan Peraturan Menteri Negara dan UKM Republik Indonesia tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award termasuk kategori sehat. Dengan demikian koperasi mampu melakukan penagiahan-penagihan piutang dengan cepat sehingga dengan demikian secara aktivitas termasuk kategori koperasi berprestasi.

Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo

Kabupaten Musi Rawas Menggunakan Rasio Profitabilitas

  Retun on investment /Return on Asset, berada diantara 3% - <7%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tingkat return on investment termasuk kategori kurang sehat. Hal ini menggambarkan bahwa keseluruhan dana yang diinvestasikan ke dalam aktiva untuk memaksimalkan laba kurang berjalan maksimal.

Rentabilitas Modal Sendiri/Return on equity, Dari perhitungan tabel. 5, pada tahun 2010 sampai 2014 return on equity berada diantara 9% - <15% yang artinya termasuk kategori kurang sehat. Hal ini menggambarkan bahwa modal koperasi setiap tahunnya tidak efisien untuk menghasilkan keuntungan atau sisa hasil usaha.

Net Profit Margin, Dari perhitungan tabel. 5, terlihat pada tahun 2010 sampai 2014, mencapai nilai diatas 15%. Dengan demikian tingkat profitabilitas termasuk kategori sehat. Hal ini menggambarkan bahwa dari setiap penjualan yang dilakukan dalam menghasilkan pendapatan bersih/sisa hasil usaha sudah efektif.

Berdasarkan hasil perhitungan rasio profitabilitas, Rawas termasuk kategori koperasi tidak berprestasi. Hal ini terbukti dari rasio profitabilitas Retun on investment /Return on Asset dan Rentabilitas Modal Sendiri/Return on equity termasuk kategori kurang sehat.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.UKM/V/2006 tentang pedoman penilaian koperasi berprestasi/koperasi award dapat disimpulkan sebagai berikut:

·      Tingkat likuiditas pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas selama lima tahun dari tahun 2010-2014 dilihat dari current ratio termasuk kategori sehat. Dengan demikian berdasarkan pengukuran kesehatan kuangan secara likuiditas Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas termasuk koperasi berprestasi.

·      Tingkat solvabilitas pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas selama lima tahun dari tahun 2010-2014, dilihat dari debt to asset ratio termasuk kategori kurang sehat dan debt to equity ratio termasuk kategori sangat tidak sehat. Dengan demikian berdasarkan pengukuran kesehatan kuangan secara solvabilitas Koperasi Simpan Pinjam


 

 

“RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas tidak termasuk kategori koperasi berprestasi.

·      Tingkat aktivitas pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas selama lima tahun dari tahun 2010-2014 dilihat dari receivable turn over termasuk kategori sehat. Dengan demikian berdasarkan pengukuran kesehatan keuangan secara aktivitas Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas termasuk koperasi berprestasi.

·      Tingkat profitabilitas pada Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas selama lima tahun dari tahun 2010-2014 menggunakan return on investment dan return on equity termasuk kategori kurang sehat, dan untuk net profit margin dari tahun 2010-2014 termasuk kategori sehat. Dengan demikian berdasarkan pengukuran kesehatan kuangan secara profitabilitas Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas termasuk kategori koperasi tidak berprestasi.


Total Aset

9.515.500.000

9.648.500.000

10.070.000.000

10.157.500.000

10.287.000.000

Total Hutang

7.064.300.000

7.137.300.000

7.538.000.000

7.407.500.000

6.530.000.000

Total Modal

2.451.200.000

2.511.200.000

2.532.000.000

2.750.000.000

2.863.000.000

Debt to Asset

74 %

74 %

75 %

73 %

63 %

Ratio

 

 

 

 

 

Debt to Equity

288 %

284 %

298 %

269 %

228 %

Ratio

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data diolah, 2016

 

Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas Menggunakan Receivable Turn Over


Tabel Rekapitulasi Perhitungan Receivable Turn Over Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2014

Uraian

2010 (Rp)

2011 (Rp)

2012 (Rp)

2013 (Rp)

2014 (Rp)

Penjualan Piutang

Receivable Turn Over

1.812.315.000

8.270.000.000

 

22x

1.844.695.000

6.500.000.000

 

28x

1.876.445.000

7.900.000.000

 

24x

1.929.725.000

8.600.000.000

 

22x

1.932.055.000

9.005.000.000

 

21x

Sumber : Data diolah, 2016

 

            Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas

 

Tabel Rekapitulasi Perhitungan Rasio Profitabilitas Koperasi Simpan Pinjam “RIAS” P1 Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2014


Uraian

2010 (Rp)

2011 (Rp)

2012 (Rp)

2013 (Rp)

2014 (Rp)

Sisa Hasil Usaha

347.000.000

367.200.000

372.000.000

380.000.000

396.000.000

Total Aset

9.515.500.000

9.648.500.000

10.070.000.000

10.157.500.000

10.287.000.000

Total Modal

2.451.200.000

2.511.200.000

2.532.000.000

2.750.000.000

2.863.000.000

Penjualan

1.812.315.000

1.844.695.000

1.876.445.000

1.929.725.000

1.932.055.000

Return on

4 %

4 %

4 %

4 %

4 %

Investment

 

 

 

 

 

Return on Equity

14 %

15 %

15 %

14 %

14 %

Net Profit

19 %

20 %

20 %

20 %

20 %

Margin

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data diolah, 2016

 

 

 


 

 


Kasus Pelanggaran Perjanjian Kontrak PT Indoritel Makmur Internasional Tbk - PT IBU

Perjanjian Kontrak  Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain...